Membaca komentar, pendapat dan lain sebagainya tentang kondisi hubungan Indonesia-Malaysia yang berasal dari warga Kompasiana (Kompasianer) yaitu warga yang : terdidik, punya sopan santun, menjunjung tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia, warga Negara kelas satu di Negeri ini, ganteng-ganteng dan cantik-cantik serta baik hati, pokoknya semua TER dan merupakan tolok ukur dari semua pendapat yang ada di Media tulis atau elektronik dan patut dijadikan sarana pengambilan keputusan oleh Pemerintah.
Alasan Pemerintah menjadikan sarana pengambilan keputusan karena tulisan/artikel tentang hubungan Indonesia – Malaysia ada dalam Rumah Sehat yang bebas dari segala bakteri/virus, ditinjau oleh Kompasianer dari segala sudut dan terdapat dalam setiap Rubrik : Peristiwa. Polhukam, Humaniora, Ekonomi, Hiburan, Olahraga, Lifestyle, Wisata, Kesehatan, Tehno, Media, Green, Fiksi dengan gaya penulisan yang enak dibaca, mengandung unsur kebenaran, dilengkapi dengan referensi yang valid dan hasil wawancara sumber yang dapat dipercaya dan disebutkan namanya.
Pendapat dari Kompasianer yang setuju perang (tukang kompor) dan anti perang (Pemadam Kebakaran) tak sempat aku menghitung saking banyaknya, apakah berimbang atau tidak ? entahlah !. Ternyata memang telah dihitung oleh MURI si pencatat rekor dan memberikan Piagam kepada Admin Kompasiana serta menyatakan bahwa masalah hubungan Indonesia-Malaysia ini paling banyak Artikelnya dimuat di Kompasiana, mengalahkan tulisan/artikel membahas hal yang sama di seluruh media yang ada di republik ini.
Berdasarkan fakta diatas akhirnya Pemerintah mengumumkan Perang dengan Malaysia dan Perang ini mendapat liputan ekslusive dari semua Media di Dunia.
Mengingat Perang ini suatu peristiwa yang langka dan sayang untuk dilewatkan, Afrika Selatan yang baru saja menyelenggarakan Piala Dunia, karena terdapat beberapa Stadion yang menganggur, akhirnya Stadion itu dijadikan tempat nonton Bareng Perang Indonesia-Malaysia. Tak mau kalah, Rumah Judi Sepakbola di Inggris untuk sementara menghentikan penjualan kupon tebak Sepakbola dan memusatkan perhatiannya kepada Olahraga Perang Indonesia-Malaysia, begitu yang dilaporkan oleh wartawan CNN langung dari London.
Penonton di Stadion bertepuk tangan sambil menari-nari dan tidak terdapat bantuan dari Relawan Asing karena mereka beranggapan lebih enak menonton dari pada membantu. Alasan mereka sangat sederhana : Penyebab perang mereka anggap “seperti anak kecil yang berkelahi dalam permainan kelereng, toch nanti damai lagi. Orang tuanya nggak usah ikut campur”. Karena orang tuanya ikut campur maka Perang terjadi dan buat pola pikir mereka ini adalah sesuatu yang lucu.
Perang ini telah disusun tata tertibnya oleh PBB antara lain semua warga Negara Indonesia yang ada di Malaysia dan sebaliknya, sebelum perang dimulai harus kembali Negara masing-masing, akibatnya pemudik Lebaran banyak yang terkatung-katung karena sarana transportasi diprioritaskan untuk mengangkut Tenaga Kerja Indonesia yang ada di Malaysia.
Perang dipimpin/wasitnya adalah PBB dan penjaga garisnya diluar Negara bekas jajahan Inggris untuk menjamin independensinya.
Penonton kadang tertawa melihat sebuah pesawat entah milik siapa meledak di udara tanpa kena tembak dan melihat senjata bamboo runcing yang diambil dari museum, senjata yang dulunya dipakai perang kemerdekaan melawan penjajah.
Pada hari terakhir pertandingan Perang (Final) semua penonton kecewa karena keputusan wasit yang diambil dalam sidang umum PBB menyatakan kemenangan bersama untuk Indonesia dan Malaysia. Kok PBB begitu sulit menentukan pemenang ?
Alasannya karena ? “ Menang Jadi Arang, Kalah Jadi Abu »
Setelah perang berakhir, Indonesia dikucilkan dari pergaulan international, semua lembaga bantuan seperti IMF, Bank Dunia dan Lembaga lainnya dilarang membantu pemulihan ekonomi Indonesia yang hancur karena perang. Begitu keputusan sidang umum PBB.
Bagaimana dengan Malaysia ? Apakah juga di Embargo ? Itu aku tak tau karena aku sudah tak dapat informasi dari manapun, penyebabnya ekonomi lumpuh, TV dan Radio sudah tak mengudara karena kena BOm dan aku tak punya uang untuk membayar pulsa telepon dan iuran internet.
Aku hidup seperti jaman purbakala jauh dari informasi.
Bangun, bangun, nggak kerja ya ! ? Aku terjaga dari tidur yang dibangunkan mantan pacar. Setelah terbangun aku berucap « Alhamdulillah » ternyata ini hanya mimpi.
Rabu, 23 Februari 2011
Kalah Judi di Arena Pacuan Kuda

Setelah lama mencari, akhirnya kudapat juga Novel TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK karangan Buya Hamka yang pernah kubaca tahun 70an, merupakan bacaan wajib perintah guru Bahasa Indonesia. Ntah angin dari mana yang membuat aku begitu penasaran ingin membaca lagi. Setelah membaca pertemuan Zainuddin dan Hayati , dua anak muda yang lagi dimabuk cinta di Arena Pacuan Kuda Padang Panjang, untuk sementara kututup Novel ini karena pikiranku melayang-layang membayangkan perangai masa laluku di Arena Pacuan Kuda dan tak sabar ingin berbagi dengan Kompasianer yang Ganteng, Cantik dan baik hati ini.
Pacu Kuda (Kudo) di Sumatera Barat telah ada sejak zaman Belanda yang diadakan secara bergilir sekali dalam dua bulan di Padang, Bukit Tinggi, Batusangkar, Padang Panjang, Payakumbuh dan Sawaluntoh, atau sekali setahun dimasing masing kota diatas. Sampai sekarang Pacu Kudo yang merupakan kegiatan pariwisata, budaya dan hiburan masih tetap eksis.
Pengalaman masa kecilku di Batusangkar, Pacu Kudo diadakan dua hari, Sabtu-Minggu atau Minggu-Senin yang dibarengi dengan pasar malam selama satu minggu dan pertandingan Sepak Bola disore hari setelah menonton Pacu Kudo.
Bermacam-macam gaya pakaian dari yang Tradisionil sampai yang modern yang dikenakan oleh orang kampong dan orang kota dari yang miskin sampai yang kaya dapat disaksikan karena di Arena (Gelanggang) Pacu Kudo tempat merajut janji sehidup semati buat pasangan yang lagi dimabuk cinta sekaligus tempat menunjukan jati diri siapapun.
Alangkah mindernya diri ini kalaulah kita tak dapat menonton karena akan menjadi cibirin orang sekampung, begitulah dunianya.
Selama Pacu Kudo belangsung perjudian menjadi halal (dilegalisir) seperti :
1. Menebak kuda yang akan menang dalam setiap ronde dengan jumlah kuda yang turun gelanggang bisa mencapai puluhan. Masing-masing kuda sudah punya nama dan nomor urutnya. Pejudi ulung, biasanya sudah tau kuda yang akan menang karena dia selalu mengikuti pacuan disetiap kota. Pejudi ulung ini berani memegang satu kuda jagoannya melawan kuda yang tersisa ( Umpama : 1 : 9). Berbagai variasi ada disini. Model judinya face to face dengan cara melambai-lambaikan uang sambil menyebut kuda jagoan. Bisa juga kita membeli kupon untuk kuda yang kita jagokan pada Bandar resmi.
2. Perjudian disekeliling Arena (Gelanggang)
Judi kolok-kolok, terdiri dari 3 dadu dengan permukaannya angka 1 sampai 6. Peserta judi meletakan uang pada nomor tebakannya. Jumlah bayaran yang diterima sesuai dengan angka yang muncul dipermukaan. Kemenangan maksimal tiga kali karena angka yang muncul pada ketiga dadu adalah sama.
Judi 3 lembar kartu : Umpamanya: Satu King + 2 As. Pemenangnya bila tebakan kita adalah King. Bandar akan memperlihatkan ketiga kartu dengan ucapan ini Menang (King), ini Kalah (As), ini Kalah (As) sebelum kartu ditutup.
Lempar 2 koin dengan permukaan A dan B. Tebakannya adalah AA, BB atau AB. Biasanya disini tidak ada Bandar dan kita bertaruh dengan siapapun dengan cara melambai-lambaikan uang dan menyebutkan tebakan kita.
Pengalaman penulis:
1. Judi kolok-kolok :
Saat itu aku berangkat ke Gelanggang Pacuan Kuda dengan teman anak orang kaya, aku selalu dapat modal dan main sesukanya. Melihat satu lapak lagi kosong, kulempar Rp. 1.000,00 pada angka 6. Ternyata 3 buah dadu permukaannya 6 dan aku seharusnya dapat bayaran Rp 3.000, ternyata uang Bandar nggak cukup karena orang lain biasanya hanya main Rp 25 – Rp 100.
Note : Waktu itu uang jajanku perminggu Rp 100 rupiah. Rp 3.000 banyak khan !.
2. Menebak kuda :
Kejadiannya pada Pacu Boko atau disebut juga Pacu Final di hari terakhir dan pada Ronde terakhir. Dari sekian kuda pacu, terdapat dua ekor kuda yang menjadi jagoan, sebut saja Kuda Jaya dan Kuda Lihai dengan nomor urut ganjil dan genap. Kesepakatan dengan lawan yang tak dikenal, penulis bersama teman menjagokan nomor ganjil dan lawan nomor genap. Uang taruhan dipegang oleh lawan. Disaat kuda sedang berlari kami asik memperhatikannya tanpa menghiraukan posisi lawan. Ternyata memang Kuda Lihai yang menang dan lawan taruhan sudah hilang batang hidungnya, membawa lari duit taruhan. Kami saling menyalahkan, kok dibiarin lari ? ha ha ha
3. Judi 3 lembar kartu
Ternyata sibandar punya teman, istilahnya tukang pancing. Sebelum ada musuh, mereka bermain dan lebih banyak si Tukang Pancing yang kalah. Karena emosi (sandiwara) si Tukang Pancing mematahkan ujung Kartu King (Kartu yang menang) sehingga mudah ditebak. Saat itu aku ikut memasang duit di Kartu yang sudah dipatahkan. Apa nyana ? Ternyata itu adalah salah satu Kartu As (kalah) dan habislah duitku. Aku berkeringat dingin karena uang yang kubawah ke Pacuan adalah hasil dari jual Ayam di kampong. Kutinggalkan arena dan pulang ke kampong jalan kaki. Sedih hatiku he he he
Setelah kejadian ini aku tak pernah lagi menonton pacuan kuda karena aku merantau mengadu nasib dinegeri orang. Apakah kebiasaan judi ini masih ada ?. Ntahlah. Aku tak pernah bertanya dan tak mau lagi terlibat perjudian. Kapokkkkkkkkkkk
fOTO : Diundu dari Google
Rental Pulau, Mencontoh Hongkong ?

Ide yang nyeleneh. Orang nggak waras. Gile lu. Bisa jadi itu yang ada di benak anda. Nggak apa-apa. Ini kan hanya sekedar ide di Dunia Maya, dunia milik maya?. Berarti kita numpang donk !. Mbak Maya, permisi ! dunianya kupakai he he he.
Biasanya sumber ide/referensi ditulis paling bawah, kalau yang ini idenya berasal dari pengamatan kehidupan sehari-hari, karena nggak biasa maka ditulis paling atas.
1. Rental Video, Rental mobil, Rental rumah dan segala macam rental. Ini terjadi karena pemiliknya punya lebih, dijual sayang, dibiarin mubazir. Agar bermanfaat sewain aja. Orang lain terbantu dan pemilik dapat duit.
2. Built, Operate and Transfer (BOT): Suatu perjanjian dimana Pihak Pertama tanpa melepas haknya atas suatu bidang tanah mengikatkan diri untuk menyerahkan penguasan atas tanah tesebut untuk pendirian suatu bangunan komersial kepada Pihak Kedua atas biayanya sendiri, mengelola dan mengoperasikan untuk suatu jangka waktu dengan atau tanpa imbalan yang telah disepakati serta menyerahkan bangunan tesebut kepada pihak pertama dalam keadaan dapat dan siap dioperasikan setelah jangka waktunya berakhir.
Contoh penerapan Model ini adalah :
2.1. Banyak terdapat di Kemang, Jakarta Selatan tempat pemukiman orang Bule. Pemilik tanah akhirnya punya Rumah Gedong (biasanya kontrak10 tahun). Mau bangun sendiri duitnya cekak. Jika bisa ngebangun nggak ngerti cara nyewainnya, bikin kontrak pakai bahasa Inggris segala. Lebih baik serahkan kepada ahlinya. Lu untung, gue juga untung. Prinsip sederhana, win-win solution bahasa kerennya.
2.2. Hongkong : Salah satu pusat ekonomi Dunia, sebelumnya disewa Inggris dari China. Waktu kontrak mau habis, sebagian besar orang memprediksi jka Hongkong kembali kepangkuan China, maka Hongkong akan hancur, Ternyata nggak tuch!. Kalau dulunya nggak disewain, nggak tau Hongkong jadi apa sekarang ?. Bayangin sendiri dech he he
3. Lahan tidur/Lahan kosong : Penyebabnya bisa macam-macam, mungkin karena saking kayanya, nggak punya waktu atau nggak punya ….entahlah, yang jelas pemiliknya nggak ngurusi itu lahan. Sewaktu orang lain mendirikan bangunan disitu, mula-mula bangunan sederhana, pemiliknya diam aja. Setelah beberapa tahun kemudian, sipenumpang beranak-bercucu dan terdapat bangunan permanent baru pemiliknya menuntut. Ujung-ujungnya pakai pengacara. Hai pemilik !, selama ini lu kemana aja ?
4. Kalau yang ini mohon maaf sebelumnya, karena copy paste dari Wikipedia
Jembatan Barelang (singkatan dari BAtam, REmpang, dan gaLANG) adalah nama jembatan yang menghubungkan 6 (enam) pulau yaitu Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru. Masyarakat setempat menyebutnya “Jembatan Barelang”, namun ada juga yang menyebutnya “Jembatan Habibie”, karena beliau yang memprakarsai pembangunan jembatan itu untuk menfasilitasi pulau tersebut yang dirancang untuk dikembangkan menjadi wilayah industri di Kepulauan Riau. Ketiga pulau itu sekarang termasuk Provinsi Kepulauan Riau
Apa yang terjadi sekarang ?. Jembatannya mubazir, pulau-pulau itu kosong melompong. Cita-cita jadi wilayah industry tinggal kenangan. Ntah kapan bisa direalisir. Asset yang tidak produktif.
Indonesia punya 17.480 pulau dan yang terdaftar di PBB baru sebanyak 4.981 pulau. Sisanya (12.499 pulau) yang belum terdaftar ditargetkan tahun 2012 dan butuh Rp 6 milyar untuk sekedar mendatanya. Tujuannya untuk mencegah agar apabila ada pulau kita yang diklaim negara lain, kita memiliki bukti-bukti dan saksi yang jelas,” (kata Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Freddy Numberi di Jakarta, Rabu (26/8).
Tak pikir-pikir, gesekan hubungan kita dengan Malaysia bisa jadi sama dengan contoh Pemilik Lahan Tidur/Lahan kosong. Karena pulau kita terlalu banyak dan nggak mampu ngurusi akhirnya diurus Malaysia. Biaya mendatanya saja Rp 6 milyar. Kalau PBB menerima yang 12.499 pulau masuk wilayah RI, berapa biaya pemeliharaannya ?. Pasti banyak la yauuuu.
Kalau kita lihat Singapore, Bandara Changi yang dibuka pada 29 Desember 1981 adalah hasil dari reklamasi (penimbunan laut). Konon kabarnya, pasir dan batu berasal dari sekitar Kepulauan Riau. Reklamasi dilakukan karena Singapore nggak punya lahan, wilayahnya hanya seluas 710,20 Km2, lebih kecil dari Jakarta (740,30 Km2)
Mengingat, menimbang dan seterusnya. Saya mengusulkan pulau-pulau yang tidak terurus dan berada diperbatasan Negara lain kita Built, Operate and Transfer (BOT) saja mencontoh Hongkong. Aku pikir Singapore pasti berminat. Diakhir masa Kontrak, setelah kembali kepangkuan Ibu Pertiwi, rakyat di Pulau itu adalah Saudara kita Bangsa Indonesia, mereka mungkin lebih maju selangkah dibandingkan kita yang hidup murni di wilayah Republik Indonesia.
Salam
Foto : Diunduh dari : Google.
Tiger Woods, Duda Keren Super Kaya
Tiada maaf bagimu. Kau yang berbuat kau yang mengakhiri. Nasi sudah menjadi bubur.
BIsa jadi kalimat diatas cocok menggambarkan akibat dari perbuatan selingkuh/skandal seks atlet terkaya di dunia, pegolf sang fenominal, juara termuda turnamen Master, pegolf nomor wahid di dunia dan berbagai julukan positif lainnya untuk Bapak dari dua orang anak. Dialah Tiger Wood.
Hai Woods. Kau adalah contoh seorang Bapak yang baik, pribadi yang anggun, ayunan stickmu ditunggu oleh pemirsa di seluruh dunia, maka moralmu tak boleh cacat. Klausul/isi kontrak ini yang dilanggar oleh Tiger Wood atas perbuatan selingkuhnya, sehingga sponsor memutus kontrak ditengah jalan dan Mr Woods kehilangan perdapatan tak kurang dari Rp 2 triliun. Woww……
Demikian juga dengan istrinya si cantik jelita, sang model asal Swedia “Elin Nordegren” yang telah memberikan harta yang tak terhingga buat Wood yaitu dua anak :Sam Alexis (2007) dan Charlie Axel (2009). Mas, Ayah : Selamat tinggal, hatiku tak bisa kau beli. Mungkin kata-kata ini yang membuat hakim memutuskan sidang perceraian yang tak lebih dari 10 menit di sebuah pengadilan Bay Country, Panama City, Florida hari Senin 23 Agustus 2010.
Skandal ini telah membuat Woods tak bisa berkosentrasi dan meninggalkan Golf selama 9 bulan sehingga rangkingnya melorot dari peringkat 1 menjadi peringkat 112 dan terancam tak boleh ikut tournament play off ke dua, yaitu turnamen Deutche Bank.
Woods Cerai, Diharap Bisa Bermain Baik. Itulah judul pemberitaan atas perceraian Woods, suatu judul yang sangat datar, tidak lagi mengungkit penyebab perceraian karena semua orang kehilangan tontonan yang menarik. Tanpa Tiger Woods tournament Golf tak ubahnya seperti sayur tanpa garam. Setelah perceraian ini, pecinta Golf berharap akan melihat Swing yang sempurna, Putter yang luar biasa dari jarak yang begitu jauh, melengkung seolah-olah ditangan Woods ada remote control.
Semoga.
BIsa jadi kalimat diatas cocok menggambarkan akibat dari perbuatan selingkuh/skandal seks atlet terkaya di dunia, pegolf sang fenominal, juara termuda turnamen Master, pegolf nomor wahid di dunia dan berbagai julukan positif lainnya untuk Bapak dari dua orang anak. Dialah Tiger Wood.
Hai Woods. Kau adalah contoh seorang Bapak yang baik, pribadi yang anggun, ayunan stickmu ditunggu oleh pemirsa di seluruh dunia, maka moralmu tak boleh cacat. Klausul/isi kontrak ini yang dilanggar oleh Tiger Wood atas perbuatan selingkuhnya, sehingga sponsor memutus kontrak ditengah jalan dan Mr Woods kehilangan perdapatan tak kurang dari Rp 2 triliun. Woww……
Demikian juga dengan istrinya si cantik jelita, sang model asal Swedia “Elin Nordegren” yang telah memberikan harta yang tak terhingga buat Wood yaitu dua anak :Sam Alexis (2007) dan Charlie Axel (2009). Mas, Ayah : Selamat tinggal, hatiku tak bisa kau beli. Mungkin kata-kata ini yang membuat hakim memutuskan sidang perceraian yang tak lebih dari 10 menit di sebuah pengadilan Bay Country, Panama City, Florida hari Senin 23 Agustus 2010.
Skandal ini telah membuat Woods tak bisa berkosentrasi dan meninggalkan Golf selama 9 bulan sehingga rangkingnya melorot dari peringkat 1 menjadi peringkat 112 dan terancam tak boleh ikut tournament play off ke dua, yaitu turnamen Deutche Bank.
Woods Cerai, Diharap Bisa Bermain Baik. Itulah judul pemberitaan atas perceraian Woods, suatu judul yang sangat datar, tidak lagi mengungkit penyebab perceraian karena semua orang kehilangan tontonan yang menarik. Tanpa Tiger Woods tournament Golf tak ubahnya seperti sayur tanpa garam. Setelah perceraian ini, pecinta Golf berharap akan melihat Swing yang sempurna, Putter yang luar biasa dari jarak yang begitu jauh, melengkung seolah-olah ditangan Woods ada remote control.
Semoga.
Beberapa Catatan Menonton di Senayan
Menjual karcis kepada tukang catut dan ketahuan Office Boy. Maluuuuuuuuuuu
Pertama kali aku memasuki Stadion Utama Senayan tahun 1979 menonton pembukaan Sea Games, diajak oleh Saudara yang sudah lama tinggal di Jakarta. Waktu itu aku nggak punya karcis namun pingin nonton, maklum baru datang dari kampong. Agar bisa masuk, adikku (cewek) merayu penjaga karcis supaya karcis tidak disobek dengan alasan untuk koleksi. Setelah dia sampai di dalam karcis kuambil dan akhirnya bisa masuk. Ada-ada aja he he he
Sampai di dalam Stadion, aku takjub melihat Stadion yang begitu besar dan megah, walaupun tidak dapat tempat duduk saking penuhnya. Rudy Hartono dan Sprinter putri (siapa ya ?) dengan anggunnya menyalahkan obor Sea Games. Pengalaman pertama ini membuat aku selalu ingin menonton setiap ada pertandingan. Dibawah ini aku menulis pengalaman yang cukup menarik (ini versi ku lho!). Untuk anda yang sering menonton di Stadion Utama aku harap “sesama bis kota jangan saling mendahului”. Silahkan kasih komen atau penjelasan tambahan setelah selesai kutulis. Maksa ni yee…
Iran vs PSSI Garuda : Piala Asia.
Era 80an, aku yakin penggila bola pasti mengenal PSSI Garuda yang hampir menjajal piala Dunia 1986 di Meksiko, sayang kalah lawan Korsel dibabak penyisihan. Aku kira sampai saat ini belum ada tim PSSI yang bisa menyamai Garuda ini. Hal yang menarik dari pertandingan ini adalah sewaktu kedua Kapten bertukar cendra mata. Kapten Iran mengangkat dan menunjukan kepada penonton foto Ayatollah Khomeini yang cukup besar (garis tengah satu meter) sebelum diserahkan. Waktu itu Ayatollah Khomeini sang tokoh Revolusi yang bermukim di Paris baru saja menggulingkan Raja Iran Shah Mohammed Reza Pahlevi. Sejak itu sampai sekarang Iran berubah menjadi Republik.
Persib vs Petrokimia Putra
Kalau nggak keliru ini pertandingan final Galatama. Jakarta membiru oleh supporter Persib. Aku ngajak Saudara yang nggak pernah nonton bola. Kataku, kau nggak usah nonton bola, liat suasana aja, bujukku. Sampai di Stadion karcis habis. Seorang preman nawarin masuk tanpa karcis asal dibayar, kami ikut dari belakangnya melewati barisan penjaga kurang lebih 10 orang kiri kanan. Luar biasa ya!
Dalam Stadion yang membiru kami berdiri saking penuhnya dan berteriak menjagokan Persib karena disekeliling kami penonton Persib. Bisa-bisa kena tonjok kalau jagoin Pertrokimia. Cari aman he he he
Pertandingan ini dimenangkan oleh Persib, Kalau Persib kalah, panitia takut Stadion di bakar oleh pendukung Persib. Begitu komentar sebagian besar penonton. Bisa-bisa aja…
Perang Bintang : Timur vs Barat
Ini pertandingan amal yang diselenggarakan setelah Kompetesi berakhir. Karcis diundi untuk menentukan penonton yang berhak menendang penalty sebelum pertandingan dimulai. Kalau gol hadiahnya mobil Daihatsu, sedangkan bila kiper dapat menahan hanya dapat Rp 1 juta. Yang beruntung jadi penendang adalah seorang penjual bubur. Sebelum nendang, dia salto dan berlari keliling lapangan tanpa alas kaki. Penendang ini diberikan kursus kilat oleh Dede Sulaiman, mantan Striker yang terkenal licik. Penonton bersorak-sorai dan berteriak, lepasin ajaaaaa, ntar mobilnya dibagi dua ha ha Ternyata memang gol dan keesokan harinya, foto sipenjual bubur dan mobilnya jadi Head Line di Surat Kabar
PSSI VS Singapore. Piala Tiger
Sebelumnya aku nonton PSSI yang kalah lawan Malaysia. Penonton lemas karena kecewa dan aku bersumpah nggak mau nonton lagi. Ternyata, saat tandang di Malaysia PSSI justru menang telak dan masuk semifinal lawan Singapore. Berkaca dari kemenangan di Malaysia, stadion merah menyalah dengan jumlah penonton lebih dari 100 ribu, dengan harapan PSSI menang. Apa nyana ! PSSI kalah, dan aku pulang dengan langkah gontai. Kecewa dech……..PSSI payah…………
Menjual Karcis, kelakuan yang memalukan.
Karena seringnya menonton, aku jadi hapal beberapa tabiat atau kelakuan penonton di Stadion Utama antara lain: ada saja orang yang mendatangi kita untuk membeli karcis yang tidak disobek, tentunya dengan harga yang lebih murah. Dalam satu kesempatan, kebetulan tempatku bekerja menjadi sponsor utama Liga Indonesia. Kantorku membagi-bagikan karcis kepada pegawai yang ingin menonton. Dasar nggak mau rugi, teman yang tidak suka nonton ikut-ikutan dapat karcis. Karena karcisnya nggak dipakai, aku minta dan terkumpul kurang lebih sepuluh lembar. Temanku yang ikut menonton heran melihat perangaiku. Ngapain kamu kumpulkan karcis begitu banyak ?, toh yang diperlukan cukup satu, begitu komentarnya. Ntar kamu liat aja, begitu jawabku.
Begitu kami memasuki Komplek Senayan, tepatnya disamping hotel Hilton, kami sudah dicegat oleh beberapa tukang catut menawarkan karcis. Aku bilang, Bang !, kami sudah punya karcis dan masih banyak tersisah sambil aku perlihatkan. Si tukang catut menawar untuk membeli dengan discount 50% dan terjadilah transaksi. Sewaktu kami menerima uang, dibelakang kami ada dua orang Office Boy yang memperhatikan. Ketahuan belangnya he he he….Uang kami serahkan kepada Office Boy itu. Ini buat beli tahu goreng ha ha ha.
Malu aku maluuuuuuuuuuuuu………
Pertama kali aku memasuki Stadion Utama Senayan tahun 1979 menonton pembukaan Sea Games, diajak oleh Saudara yang sudah lama tinggal di Jakarta. Waktu itu aku nggak punya karcis namun pingin nonton, maklum baru datang dari kampong. Agar bisa masuk, adikku (cewek) merayu penjaga karcis supaya karcis tidak disobek dengan alasan untuk koleksi. Setelah dia sampai di dalam karcis kuambil dan akhirnya bisa masuk. Ada-ada aja he he he
Sampai di dalam Stadion, aku takjub melihat Stadion yang begitu besar dan megah, walaupun tidak dapat tempat duduk saking penuhnya. Rudy Hartono dan Sprinter putri (siapa ya ?) dengan anggunnya menyalahkan obor Sea Games. Pengalaman pertama ini membuat aku selalu ingin menonton setiap ada pertandingan. Dibawah ini aku menulis pengalaman yang cukup menarik (ini versi ku lho!). Untuk anda yang sering menonton di Stadion Utama aku harap “sesama bis kota jangan saling mendahului”. Silahkan kasih komen atau penjelasan tambahan setelah selesai kutulis. Maksa ni yee…
Iran vs PSSI Garuda : Piala Asia.
Era 80an, aku yakin penggila bola pasti mengenal PSSI Garuda yang hampir menjajal piala Dunia 1986 di Meksiko, sayang kalah lawan Korsel dibabak penyisihan. Aku kira sampai saat ini belum ada tim PSSI yang bisa menyamai Garuda ini. Hal yang menarik dari pertandingan ini adalah sewaktu kedua Kapten bertukar cendra mata. Kapten Iran mengangkat dan menunjukan kepada penonton foto Ayatollah Khomeini yang cukup besar (garis tengah satu meter) sebelum diserahkan. Waktu itu Ayatollah Khomeini sang tokoh Revolusi yang bermukim di Paris baru saja menggulingkan Raja Iran Shah Mohammed Reza Pahlevi. Sejak itu sampai sekarang Iran berubah menjadi Republik.
Persib vs Petrokimia Putra
Kalau nggak keliru ini pertandingan final Galatama. Jakarta membiru oleh supporter Persib. Aku ngajak Saudara yang nggak pernah nonton bola. Kataku, kau nggak usah nonton bola, liat suasana aja, bujukku. Sampai di Stadion karcis habis. Seorang preman nawarin masuk tanpa karcis asal dibayar, kami ikut dari belakangnya melewati barisan penjaga kurang lebih 10 orang kiri kanan. Luar biasa ya!
Dalam Stadion yang membiru kami berdiri saking penuhnya dan berteriak menjagokan Persib karena disekeliling kami penonton Persib. Bisa-bisa kena tonjok kalau jagoin Pertrokimia. Cari aman he he he
Pertandingan ini dimenangkan oleh Persib, Kalau Persib kalah, panitia takut Stadion di bakar oleh pendukung Persib. Begitu komentar sebagian besar penonton. Bisa-bisa aja…
Perang Bintang : Timur vs Barat
Ini pertandingan amal yang diselenggarakan setelah Kompetesi berakhir. Karcis diundi untuk menentukan penonton yang berhak menendang penalty sebelum pertandingan dimulai. Kalau gol hadiahnya mobil Daihatsu, sedangkan bila kiper dapat menahan hanya dapat Rp 1 juta. Yang beruntung jadi penendang adalah seorang penjual bubur. Sebelum nendang, dia salto dan berlari keliling lapangan tanpa alas kaki. Penendang ini diberikan kursus kilat oleh Dede Sulaiman, mantan Striker yang terkenal licik. Penonton bersorak-sorai dan berteriak, lepasin ajaaaaa, ntar mobilnya dibagi dua ha ha Ternyata memang gol dan keesokan harinya, foto sipenjual bubur dan mobilnya jadi Head Line di Surat Kabar
PSSI VS Singapore. Piala Tiger
Sebelumnya aku nonton PSSI yang kalah lawan Malaysia. Penonton lemas karena kecewa dan aku bersumpah nggak mau nonton lagi. Ternyata, saat tandang di Malaysia PSSI justru menang telak dan masuk semifinal lawan Singapore. Berkaca dari kemenangan di Malaysia, stadion merah menyalah dengan jumlah penonton lebih dari 100 ribu, dengan harapan PSSI menang. Apa nyana ! PSSI kalah, dan aku pulang dengan langkah gontai. Kecewa dech……..PSSI payah…………
Menjual Karcis, kelakuan yang memalukan.
Karena seringnya menonton, aku jadi hapal beberapa tabiat atau kelakuan penonton di Stadion Utama antara lain: ada saja orang yang mendatangi kita untuk membeli karcis yang tidak disobek, tentunya dengan harga yang lebih murah. Dalam satu kesempatan, kebetulan tempatku bekerja menjadi sponsor utama Liga Indonesia. Kantorku membagi-bagikan karcis kepada pegawai yang ingin menonton. Dasar nggak mau rugi, teman yang tidak suka nonton ikut-ikutan dapat karcis. Karena karcisnya nggak dipakai, aku minta dan terkumpul kurang lebih sepuluh lembar. Temanku yang ikut menonton heran melihat perangaiku. Ngapain kamu kumpulkan karcis begitu banyak ?, toh yang diperlukan cukup satu, begitu komentarnya. Ntar kamu liat aja, begitu jawabku.
Begitu kami memasuki Komplek Senayan, tepatnya disamping hotel Hilton, kami sudah dicegat oleh beberapa tukang catut menawarkan karcis. Aku bilang, Bang !, kami sudah punya karcis dan masih banyak tersisah sambil aku perlihatkan. Si tukang catut menawar untuk membeli dengan discount 50% dan terjadilah transaksi. Sewaktu kami menerima uang, dibelakang kami ada dua orang Office Boy yang memperhatikan. Ketahuan belangnya he he he….Uang kami serahkan kepada Office Boy itu. Ini buat beli tahu goreng ha ha ha.
Malu aku maluuuuuuuuuuuuu………
Ekonomi Indonesia Bak Buah Simalakama
Selama iklim investasi dan infrastruktur belum dibenahi, kebijakan suku bunga “Naik atau Turun” dan kebijakan Rupiah “menguat atau ditahan” tak ubahnya Buah Simalakama ????.
Predikat Indonesia yang naik ketingkat Invesment Grade antara lain karena kinerja makroekonomi tumbuh 6% sepanjang Semester I/2010 bak bunga yang baru mekar, banyak kumbang yang hinggap disana. Mungkin ini analogi dari Modal Asing/PMA yang meningkat singnifikan dibanding dengan tahun 2008 dan 2009 sehingga menyebabkan rupiah jadi menguat.
Ekonomi, bisa juga digambarkan dengan sebuah Neraca yang harus berimbang debet dan kredit. Setiap ada Debet selalu disusul dengan Kredit, masalahnya , di Kredit pada Pos yang mana?. Disamping itu, hukum Permintaan dan Penawaran harus tetap terjaga agar mendapatkan titik keseimbangan yang ideal, maksudnya tidak membuat inflasi meningkat karena adanya tambahan modal. Ternyata saat ini inflasi mulai naik 6,22% melewati target 5%.
Rupiah menguat membawa konsekuensi harga komoditas ekspor menjadi lebih mahal dan harga barang impor jadi lebih murah. Wisatawan asing yang datang bisa berkurang karena harga dalam negeri lebih mahal, sebaliknya warga Negara kita justru banyak pelesir ke Luar Negeri karena disana harga lebih murah. Ujung-ujungnya dapat menguras Cadangan devisa.
Kekhawatiran tersebut telah menunjukan buktinya, dimana ekspor bulan Juni 2010 turun 2,87% dibandingkan bulan Mei 2010, sedangkan import naik 17,36% dibandingkan Mei 2010. Penurunan ekspor karena pasar ekspor masih primitive dalam arti produknya itu-itu saja dan Negara tujuannya juga nggak berubah.
Tambahan Modal Asing harus diimbangi oleh sector riil agar bisa diserap, justru faktor-faktor untuk menggerakan sector riil ini seperti iklim investasi dan buruknya infrastruktur yang belum mendapatkan tindak lanjut serius.
Inflasi disebabkan oleh biaya yang meningkat (cost push inflation) antara lain kenaikan TDL,. Oleh karena itu untuk menekan biaya, para pengusaha meminta agar suku bunya kredit dapat turun. Suku bunga turun mengakibatkan orang enggan menabung karena inflasi sebesar 6,22% dibandingkan BI rate 6,50% (selisih tipis) membuat nilai tabungan tidak berarti, terus uang beredar semakin banyak akhirnya inflasi akan semakin meningkat, kondisi yang membahayakan. Persoalan ini seperti lingkaran setan yang tak berujung.
Uraian diatas, menunjukan kondisi riil yang terjadi saat ini, kalau kita cermati penyebab utamanya adalah iklim investasi dan buruknya infrastruktur. Kalau ini dapat diatasi, Modal Asing/PMA akan mengalir cukup deras ke sector riil. Tinggal kita arahkan pada sector padat karya di bidang industri yang produknya di ekspor (menambah devisa).
Note : Pendapat pribadi Reflus dari kacamata sederhana, jauh dari sempurna.
Predikat Indonesia yang naik ketingkat Invesment Grade antara lain karena kinerja makroekonomi tumbuh 6% sepanjang Semester I/2010 bak bunga yang baru mekar, banyak kumbang yang hinggap disana. Mungkin ini analogi dari Modal Asing/PMA yang meningkat singnifikan dibanding dengan tahun 2008 dan 2009 sehingga menyebabkan rupiah jadi menguat.
Ekonomi, bisa juga digambarkan dengan sebuah Neraca yang harus berimbang debet dan kredit. Setiap ada Debet selalu disusul dengan Kredit, masalahnya , di Kredit pada Pos yang mana?. Disamping itu, hukum Permintaan dan Penawaran harus tetap terjaga agar mendapatkan titik keseimbangan yang ideal, maksudnya tidak membuat inflasi meningkat karena adanya tambahan modal. Ternyata saat ini inflasi mulai naik 6,22% melewati target 5%.
Rupiah menguat membawa konsekuensi harga komoditas ekspor menjadi lebih mahal dan harga barang impor jadi lebih murah. Wisatawan asing yang datang bisa berkurang karena harga dalam negeri lebih mahal, sebaliknya warga Negara kita justru banyak pelesir ke Luar Negeri karena disana harga lebih murah. Ujung-ujungnya dapat menguras Cadangan devisa.
Kekhawatiran tersebut telah menunjukan buktinya, dimana ekspor bulan Juni 2010 turun 2,87% dibandingkan bulan Mei 2010, sedangkan import naik 17,36% dibandingkan Mei 2010. Penurunan ekspor karena pasar ekspor masih primitive dalam arti produknya itu-itu saja dan Negara tujuannya juga nggak berubah.
Tambahan Modal Asing harus diimbangi oleh sector riil agar bisa diserap, justru faktor-faktor untuk menggerakan sector riil ini seperti iklim investasi dan buruknya infrastruktur yang belum mendapatkan tindak lanjut serius.
Inflasi disebabkan oleh biaya yang meningkat (cost push inflation) antara lain kenaikan TDL,. Oleh karena itu untuk menekan biaya, para pengusaha meminta agar suku bunya kredit dapat turun. Suku bunga turun mengakibatkan orang enggan menabung karena inflasi sebesar 6,22% dibandingkan BI rate 6,50% (selisih tipis) membuat nilai tabungan tidak berarti, terus uang beredar semakin banyak akhirnya inflasi akan semakin meningkat, kondisi yang membahayakan. Persoalan ini seperti lingkaran setan yang tak berujung.
Uraian diatas, menunjukan kondisi riil yang terjadi saat ini, kalau kita cermati penyebab utamanya adalah iklim investasi dan buruknya infrastruktur. Kalau ini dapat diatasi, Modal Asing/PMA akan mengalir cukup deras ke sector riil. Tinggal kita arahkan pada sector padat karya di bidang industri yang produknya di ekspor (menambah devisa).
Note : Pendapat pribadi Reflus dari kacamata sederhana, jauh dari sempurna.
Wakil Nggak Mau, Apa Lagi Jadi Anggota
Dalam menerima kekalahannya, Hillary Cinton dari Partai Demokrat membujuk pendukungnya agar memilih Obama, tidak memilih John McCain calon partai Republik
Dalam setiap berkumpul dengan keluarga besar, biasanya kami mendiskusikan sesuatu masalah yang menyangkut kepentingan keluarga. Walaupun Ayah kami satu, tapi perangai dan kelakuan kakak-adik tidak ada yang sama, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda.
Pemimpin yang memandu diskusi tidak selalu kakak tertua, bisa yang urutan tengah dan tak jarang dipimpin oleh si bungsu. Pokoknya selalu rame dan mungkin tak kalah serunya bila dibandingkan dengan rapat anggota DPR yang membahas kasus Bank Century.
Penentuan pemimpin rapat ini kadang-kadang bisa berlarut-larut karena semua berprinsip “Wakil aja nggak mau, apa lagi jadi anggota”, maunya jadi Pemimpin agar bisa berbicara lebih banyak, maklum “mendengar lebih susah dari pada bicara”. Satu hal yang kami syukuri, sampai saat ini belum ada diantara kami yang membuat keluarga tandingan.
Berkaca dari kelompok kecil tersebut, mungkin prinsip “Wakil aja nggak mau, apa lagi jadi anggota” ini yang terjadi di Negara kita dimana begitu banyak partai yang merupakan pecahan dari partai sebelumnya, padahal semua partai itu didirikan dengan tujuan berjuang untuk kemakmuran rakyat Indonesia. Katanya !. Bisa jadi juga ini dipengaruhi oleh iklan tempo doeloe di TVRI dibintangi almarhum Bagio “Kalau sudah duduk lupa berdiri”. Entahlah !
Kelahiran partai-partai tersebut bisa diilustrasikan sebagai berikut:
Partai Angin Ribut : Dalam suatu munas pemilihan Ketua Umum, calonnya A dan B. Yang terpilih adalah A. Karena B tidak puas akhirnya bikin Partai Angin Kencang. Disaat masa jabatan A dan B di partainya berakhir, kejadian ketidak puasan terjadi lagi sehingga muncul Partai Angin Sepoi-Sepoi (pecahan Angan Ribut) dan Partai Angin Semilir (pecahan Partai Angin Kencang) begitu seterusnya sehingga lahirlah banyak partai dengan pertumbuhan seperti Deret Ukur. Apakah ada perbedaan AD/ART partai itu ?. Tidak !, semuanya berjuang untuk kemakmuran rakyat Indonesia, begitu katanya.
Kalau memang tujuannya untuk kemakmuran rakyat Indonesia, mengapa tidak merapatkan barisan ?. Kata guruku waktu SD, “sebatang lidi tak berguna, tapi kalau dikumpulkan jadi satu, kekuatannya luar biasa”. Ini logikaku orang biasa ha ha ha
Masih segar dalam ingatan kita, persaingan yang begitu ketat antara Barack Obama dan Hillary Clinton dalam Pemilu Pendahuluan untuk memperebutkan satu kursi calon Presiden jatah partai Demokrat yang dimenangkan oleh Obama. Apa reaksi Hillary Clinton dalam menerima kekalahannya ?
Hillary mengucapkan selamat kepada Obama dan mendukung Obama untuk memenangkan Pemilu Presiden dengan cara berkampanye/membujuk pendukungnya agar memilih Obama. Hal ini dilakukan Hillary agar pendukungnya tidak berpindah memilih John Mc Cain calon dari partai Republik. Luar biasa !
Alangkah indahnya kalau bangsa kita bisa mencontoh Hillary Clinton. Bisa khan !
Dalam setiap berkumpul dengan keluarga besar, biasanya kami mendiskusikan sesuatu masalah yang menyangkut kepentingan keluarga. Walaupun Ayah kami satu, tapi perangai dan kelakuan kakak-adik tidak ada yang sama, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda.
Pemimpin yang memandu diskusi tidak selalu kakak tertua, bisa yang urutan tengah dan tak jarang dipimpin oleh si bungsu. Pokoknya selalu rame dan mungkin tak kalah serunya bila dibandingkan dengan rapat anggota DPR yang membahas kasus Bank Century.
Penentuan pemimpin rapat ini kadang-kadang bisa berlarut-larut karena semua berprinsip “Wakil aja nggak mau, apa lagi jadi anggota”, maunya jadi Pemimpin agar bisa berbicara lebih banyak, maklum “mendengar lebih susah dari pada bicara”. Satu hal yang kami syukuri, sampai saat ini belum ada diantara kami yang membuat keluarga tandingan.
Berkaca dari kelompok kecil tersebut, mungkin prinsip “Wakil aja nggak mau, apa lagi jadi anggota” ini yang terjadi di Negara kita dimana begitu banyak partai yang merupakan pecahan dari partai sebelumnya, padahal semua partai itu didirikan dengan tujuan berjuang untuk kemakmuran rakyat Indonesia. Katanya !. Bisa jadi juga ini dipengaruhi oleh iklan tempo doeloe di TVRI dibintangi almarhum Bagio “Kalau sudah duduk lupa berdiri”. Entahlah !
Kelahiran partai-partai tersebut bisa diilustrasikan sebagai berikut:
Partai Angin Ribut : Dalam suatu munas pemilihan Ketua Umum, calonnya A dan B. Yang terpilih adalah A. Karena B tidak puas akhirnya bikin Partai Angin Kencang. Disaat masa jabatan A dan B di partainya berakhir, kejadian ketidak puasan terjadi lagi sehingga muncul Partai Angin Sepoi-Sepoi (pecahan Angan Ribut) dan Partai Angin Semilir (pecahan Partai Angin Kencang) begitu seterusnya sehingga lahirlah banyak partai dengan pertumbuhan seperti Deret Ukur. Apakah ada perbedaan AD/ART partai itu ?. Tidak !, semuanya berjuang untuk kemakmuran rakyat Indonesia, begitu katanya.
Kalau memang tujuannya untuk kemakmuran rakyat Indonesia, mengapa tidak merapatkan barisan ?. Kata guruku waktu SD, “sebatang lidi tak berguna, tapi kalau dikumpulkan jadi satu, kekuatannya luar biasa”. Ini logikaku orang biasa ha ha ha
Masih segar dalam ingatan kita, persaingan yang begitu ketat antara Barack Obama dan Hillary Clinton dalam Pemilu Pendahuluan untuk memperebutkan satu kursi calon Presiden jatah partai Demokrat yang dimenangkan oleh Obama. Apa reaksi Hillary Clinton dalam menerima kekalahannya ?
Hillary mengucapkan selamat kepada Obama dan mendukung Obama untuk memenangkan Pemilu Presiden dengan cara berkampanye/membujuk pendukungnya agar memilih Obama. Hal ini dilakukan Hillary agar pendukungnya tidak berpindah memilih John Mc Cain calon dari partai Republik. Luar biasa !
Alangkah indahnya kalau bangsa kita bisa mencontoh Hillary Clinton. Bisa khan !
Langganan:
Postingan (Atom)