Minggu, 14 April 2013
José “The Special One” Mourinho, Agen Perubahan
Perubahan adalah bagian yang terpenting dari Management dan setiap Pemimpin diukur keberhasilannya dari kemampuannya memperediksi perubahan dan menjadikan perubahan tersebut suatu potensi.
Hanya Pemimpin yang memiliki personality, behavior dan the sense of power yang mampu menghadapi perubahan.
Berbicara tentang perubahan saya sangat kagum kepada manusia yang satu ini, Pelatih terkenal dengan komentar-komentarnya yang sangat tajam dan controversial dan menyebut dirinya “Sang istimewa ( the special one), siapa lagi kalau bukan ‘Jose Mourinho.
Pada tahun pertamanya sebagai manajer di Chelsea (2004-2005), Mourinho berhasil menjadikan Chelsea sebagai juara Liga Utama Inggris setelah masa penantian selama 50 tahun. Pada periode berikutnya, 2005-2006, kembali ia mengantar Chelsea menjadi juara Liga Utama Inggris tanpa kesulitan.
Di tahun ketiga, 2006-2007, Chelsea mengalami banyak cobaan karena cedera serius para pemain utamanya, antara lain kiper utama Petr Cech, kiper kedua Carlo Cudicini, kapten John Terry, serta Joe Cole, yang semuanya memerlukan istirahat panjang. Namun demikian, pada perode 2006-2007 ini, Mourinho tetap berhasil mengantar Chelsea meraih gelar ganda sebagai juara Piala Carling dan Piala FA.
Pada 20 September 2007, Mourinho tiba-tiba memutuskan untuk meninggalkan Chelsea, maka Liga Utama Inggris kehilangan “the special one” yang selalu menjadi sorotan pers dan para pelatih lainnya
Pada 2 Juni 2008, Mourinho resmi diangkat sebagai pelatih Inter Milan menggantikan Roberto Mancini dengan target juara Liga Champions UEFA 2009 yang finalnya akan digelar di stadion Olimpico, Roma, Italia 27 Mei 2009. Tapi ekspektasi Moratti akan gelar Liga Champions pupus sudah saat Inter kalah agregat 0-2 di babak 16 besar dari Manchester United pada 11 Maret 2009.
Baru saja menginjakan kaki di Italia sebagai Pelatih Inter Milan, Jose Mourinho telah membuat merah kuping orang Italia dengan pernyataan bahwa “Dunia tidak suka sepakbola Italia” oleh karena itu gaya permainannya harus diperbaiki. Surat kabar La Gazzetta dello Sport menulis mantan pelatih Chelsea itu cenderung akan memperkenalkan serangkaian metode baru yang belum pernah dilihat di sepak bola Italia sebelumnya.
“Saya tertarik dengan sepakbola Italia sebagai sebuah produk. Tapi, orang-orang di luar Italia tak terlalu suka sepakbola Italia, terutama di Asia dan pertandingan Italia kurang banyak dijual. Maka, sepakbola Italia harus melakukan perbaikan ke depannya,” sarannya.
Pada 24 Agustus 2008, Mourinho memenangkan trofi pertamanya bagi Inter di Piala Super Italia usai menundukkan AS Roma 6-5 lewat adu penalti setelah berimbang 2-2 selama 120 menit pertandingan normal plus ekstra time.
Inter bersama Mourinho mencetak sejarah baru setelah mengalahkan Bayern 2-0 lewat kaki emas Milito pada laga Final Champions. Inter menjadi tim Italia pertama yang merasakan Treble Winners.
Dasar tak pernah puas karena ingin mencari tatangan lain, Presiden Real Madrid (Florentino Perez) pada 31 Mei 2010 mengangkat Jose Mourinho menjadi pelatih Real Madrid yang berkandang di Stadion Santiago Bernabeu.
Mourinho membuat pemain ketar-ketir dengan pernyataannya “ Tidak ada pemain Bintang”, yang ada hanyalah “ Team Bintang”.
Untuk mencapai ambisinya membawa Real Madrid menjuarai Piala Champions, Mourinho melakukan perubahan dengan membeli pemain Jerman yang bersinar di Piala Dunia yaitu si “Baby Face” Mesut Ozil, pemain tengah Sami Khedira dan pemain kesayangannya di Chelsea “Ricardo Carvalho”
Apakah Jose Mourinho dapat mencapai ambisinya di Real Madrid ?
Bill Gates, Pantesan Dia Kaya
William Henry Gates III lebih dikenal sebagai Bill Gates, lahir di Seattle, Washington, 28 Oktober 1955. Dropped out dari Harvard dan dengan teman-temannya mendirikan perusahaan perangkat lunak Microsoft. Ia menempati posisi pertama dalam orang terkaya di dunia versi majalah Forbes selama 13 tahun (1995 hingga 2007), pada tahun 2010 berada pada posisi kedua dengan kekayaan bersih sebesar US$ 58 milyar.
Dengan istrinya, Gates telah mendirikan Bill & Melinda Gates Foundation, sebuah yayasan sosial filantropi. Pada tahun 1997 koran Washington Post menyatakan bahwa “Gates telah menyatakan bahwa dia memutuskan untuk menyumbangkan 90 persen daripada hartanya semasa dia masih hidup.” Untuk meletakkan ini dalam perspektif yang benar, sumbangan ini, walau apa sebabnya, telah menyediakan uang yang amat diperlukan untuk beasiswa universitas kaum minoritas, menentang AIDS dan sebab-sebab lain, kebanyakannya isu-isu yang biasa tidak dipedulikan oleh komunitas penderma, seperti penyakit-penyakit yang biasa kita lihat di dunia ketiga. Dalam bulan Juni 1999, Gates dan istrinya mendermakan $5 milyar kepada organisasi mereka, pendermaan yang paling besar dalam dunia oleh individu-individu yang hidup.
Komputer menjadi obsesi saya, ujar Gates tentang masa SMA-nya. Saya tidak mengikuti pelajaran olah raga, Kami membuat program antara dua puluh sampai tiga puluh jam. Dalam masa itu pada usia lima belas tahun, Gates terjerat kesulitan karena telah mencuri kode rahasia dan menerobos masuk ke dalam system sehingga ditendang keluar dan tidak boleh menggunakan computer.
Untung saja Gates dan temannya menemukan computer di University of Washinington yang dapat dipakai secara bebas antara jam tiga sampai jam enam pagi. Setelah tidur. Gates pergi berjalan kaki atau naik bus ke University of Washington.
Untuk melihat kerja keras Bill Gates, dalam waktu tujuh bulan tahun 1971, Gates dan rekan-rekannya menghabiskan waktu selama 1.575 jam latihan computer, delapan jam sehari dan tujuh hari seminggu.
Para psikolog di dunia terlibat dalam perdebatan : apakah memang ada yang disebut sebagai bakat bawaan ? Jawabannya adalah Ya, namun mereka sependapat bahwa peranan bakat bawaan adalah bagian kecil dan yang utama adalah latihan (kerja keras).
Psikolog K. Anders Ericsson di Academy of Music di Berlin menyimpulkan bahwa orang-orang yang berada di puncak tidak hanya berlatih keras dari orang lain. Mereka berlatih sangat jauh lebih keras.
Pada 27 Juni 2008, Gates mengundurkan diri dari sebagian besar jabatannya di Microsoft (namun tetap bertahan sebagai ketua dewan direktur) dan mengkonsentrasikan diri pada kerja kedermawanan melalui yayasan yang didirikannya, Yayasan Bill & Melinda Gates.
Bill Gates : Kerja keras, kaya dan Dermawan. Luarrrrrr biasa…
“Ewuh Pakewuh” Penyebab Dominan Kecelakaan Pesawat
Tahun 1997 kecelakaan Boeing 747 menghantam Nimitz Hill-pegunungan yang rimbun tiga mil sebelah barat daya bandara Guam. Satu tahun setelah kecelakaan Guam, pesawat jet keluar landasan di Bandara Ulsan, Maret 1998 McDonnel Douglas 83 menabrak tanggul di Bandara Pohang dan April pesawat penumpang jatuh di daerah pemukiman di Shanghai.
Untuk bisa menilai lebih akurat, tingkat “kehilangan” masakapai penerbangan Amerika Serikat yaitu United Airlines di priode 1988 sampai 1998 adalah 0,27 per juta penerbangan, yang berarti mereka hanya kehilangan satu pesawat akibat kecekalaan dalam setiap empat juta penerbangan, sedangkan tingkat kehilangan Korean Air pada periode yang sama, adalah 4,79 per juta penerbangan- sekitar tujuh belas kali lebih tinggi.
Karena sering kecelakaan, Delta Air Lines dan Air France menunda kerjasama dengan Korean Air. Angkatan Bersenjata AS yang menempatkan ribuan pasukannya di Korsel melarang anggotanya naik Korean Air.
Kecelakaan terjadi bukan karena masalah pengetahuan atau keahlian menerbangkan pesawat, tapi karena kekeliruan kerjasama team dan komunikasi, ujar Suren Ratwatte seorang pilot veteran warga Sri Lanka yang bertahun-tahun terlibat dalam penelitian “faktor manusia”
Kecelakaan pesawat milik Kolombia “Aviance thn 1990 dari Medellin Kolombia menuju Bandara Kennedy, New York disebabkan co Pilot membuat “kalimat penghalusan” sehingga diartikan lain oleh petugas Air Traffic Control.
Kekeliruan kerjasama team pada Korean Air sesuai hasil penelitian psikolog Belanda bernama Geert Hofstede dalam buku klasiknya “Curture’s Consequences “terkait dengan Power Distance Index (PDI) Korea Selatan No 2 teratas setelah Brazil. Power Distance dapat diukur dengan mudah dari Bahasa. Bahasa Korea memiliki enam tingkatan yang berbeda yaitu : formal, informal, terbuka, akrab, intim dan datar. Co Pilot tidak berani menggunakan bentuk intim atau akrab dengan Kapten.
Memerangi penghalusan adalah perjuangan terberat maskapai penerbangan komersial dalam 15 tahun terakhir. Setiap Maskapai memiliki pelatihan “Manajemen Sumber Daya Awak Kapal” yang mengajarkan awak kapal junior untuk berkomunikasi dengan jelas dan arsetif, mendebat sang pilot bila dia pikir ada sesuatu yang salah. Cara sederhana memerangi penghalusan adalah menyapa dengan nama depan masing-masing.
Komunikasi yang baik bukan artian memberi perintah tetapi dalam artian memberi dorongan, membujuk, menenangkan, bernegosiasi dan membagi informasi dalam cara paling jelas dan transparan.
Pada saat kecelakaan di Shanghai Presiden Korea Kim Dae Jung memberikan pendapatnya yaitu : “Masalah Korean Air bukanlah masalah perusahaan individu, tetapi masalah seluruh bangsa”. ujarnya. “Kredibilitas Negara kita yang dipertaruhkan”. Luarrrrr biasa.
Korean Air telah merubah dirinya dengan drastis. Di 2006 Korean Air mendapat Poenix Award dari Air Transport World sebagai pengakuan atas transformasinya. Para ahli penerbangan akan mengatakan bahwa Korean Air kini sama amannya dengan maskapai penerbangan yang lainnya di dunia.
Sumber : Buku “Outliers” RAHASIA DI BALIK SUKSES by MALCOLM GLADWELL
Ewu Pakewu dan sikap Presiden Korsel.
Kekeliruan komunikasi dengan membuat bahasa penghalusan atau tidak berterus terang, sungkan, sangat menghormati sehingga tidak berani mengusulkan sesuatu yang baik kepada atasan, di Negara kita dikenal dengan Budaya Ewu Pakewu. Siapa sich yang tidak kenal dengan budaya ini.
Belajar dari sikap Presiden Korea Kim Dae Jung yaitu : “Masalah Korean Air bukanlah masalah perusahaan individu, tetapi masalah seluruh bangsa”, dan “Kredibilitas Negara kita yang dipertaruhkan”. Bisakah budaya Ewu Pakewu dan sikap Presiden Kim Dae Jung ini kita contoh ?
Penulis teringat salah satu tulisan (Rhenal Kasali) di beberapa media dengan Judul “Membongkar Otak Birokrasi” yang pada intinya merubah sikap bawahan yaitu PGPS (pintar–goblok penghasilan sama) atau RMS (rajin malas sama) dengan cara berani mengusulkan sesuatu yang lebih baik dan ditunjang oleh sikap atasan yang berani mengambil kebijakan yang benar-benar untuk kemasalahatan karena tidak mungkin menunggu sampai semua peraturan perundang-undangan lengkap dan tersedia.
Tidak ada lagi cerita di zaman Orde Baru saat seseorang tenggelam di laut dihadapan Jenderal Angkatan Laut dan Presiden Soeharto. Jenderal ! Kok tidak ditolong ?. Belum ada petunjuk dari Presiden.
Merger Indonesia dan Malaysia
Merger adalah proses difusi dua perseroan dengan salah satu diantaranya tetap berdiri atau keduanya melebur menjadi satu sehingga muncul satu perusahaan dengan nama baru.
Tujuan merger ini bermacam-macam, antara lain 1). agar perusahaan hasil merger menjadi lebih besar sehingga mudah menguasai pasar dan 2) untuk menghindari bentrokan yang saling bunuh membunuh, akhirnya perusahaan lain memanfaatkan situasi yang tidak kondusif ini.
Contoh merger 1) relative banyak, sebut saja dua perusahaan telepon Sony dan Ericson yang berubah menjadi Sony-Ericson, di dunia perbankan Internasional sangat banyak yang melakukan merger. Di Indonesia yang paling dikenal adalah merger 4 (empat) Bank Pemerintah yaitu Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank Pembangunan Daerah dan Bank Ekspor Impor Indonesia menjadi Bank Mandiri. Saat ini Bank Mandiri menjadi Bank dengan Asset terbesar di Indonesia yang berarti tujuan mergernya tercapai.
Contoh merger 2) SMA Negeri 70 Bulungan, Jakarta yang merupakan gabungan dua SMA Negeri bertetangga, yaitu SMA Negeri IX dan SMA Negeri XI yang masing-masing berdiri tahun 1959 dan 1960. Kedua sekolah ini bergabung pada 5 Oktober 1981, karena selalu tawuran (bentrok), masing-masing mengklaim SMAnya paling jago. Setelah digabung menjadi SMA 70 prestasinya terus meroket menjadi SMAN Plus tingkat Kotamadya Jakarta Selatan, membuka Layanan Program Percepatan Belajar (kelas akselerasi), menjadi SMAN Plus Tingkat Provinsi DKI, membuka Layanan Program Sertifikasi Internasional A/AS Level yang mengacu pada University of Cambridge International Examination (kelas internasional), menjadi SMAN Plus Standar Nasional dan mulai tahun ajaran 2006-2007, ditetapkan sebagai salah satu Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI)
Kebalikan dari Merger (penggabungan) adalah perpecahan dari satu menjadi beberapa bagian. Sebagai contoh adalah perpecahan Uni Soviet menjadi beberapa Negara yaitu : Albania, Bosnia-Herzegovina, Bulgaria, Kroasia, Macedonia, Rumania, Serbia dan Montenegro, Hongaria, Ceko, Yugoslavia, Polandia dan perpecahan Indonesia dengan Timor Timur. Kalau diperhatikan Negara-negara pecahan Uni Soviet dan Timor Timur sementara ini dapat kita simpulkan bahwa perpecahan lebih banyak mudarat dari pada manfaatnya.
Indonesia dan Malaysia
Indonesia dan Malaysia adalah merupakan dua Negara bertetangga, adik-kakak yang berasal dari rumpun yang sama (melayu). Sebagai bukti PM Malaysia sekarang yaitu Dato’ Sri Mohd Najib bin Tun Haji Abdul Razak atau biasa disapa Najib Tun Razak mengakui bahwa dirinya berasal dari Makasar. Disamping itu pula PM Malaysia Yang Amat Berhormat Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj, Masa jabatan 31 Agustus 1957 – 22 September 1970 konon berasal dari keturunan Pagaruyung Sumatera Barat.
Bukti adik-kakak dan serumpun lainnya bahwa di Malaysia ada Nagari Sambilan dengan rumah adat dan bahasa sehari-hari adalah bahasa Minang. Nagari Sambilan ini mempunyai beberapa Nagari yaitu : Sungai Ujong, Jelebu, Jehol, Rembau, Segamat, Naniang, Kelang, Pasir Besar, dan Jelai.
Dengan analisa sederhana atau obrolan di warung kopi dapat disimpulkan bahwa kondisi SMA Negeri IX dan SMA Negeri XI sehingga melahirkan SMA 70 sama dengan kondisi Indonesia dan Malaysia saat ini.
Kalau memang kesimpulannya begitu, MERGER adalah merupakan solusi yang tepat untuk keluar dari permasalahan yang berlarut-larut, timbul tenggelam antara Indonesia dan Malaysia.
Manfaat apa yang akan di dapat dari hasil Merger ?
Gabungan kedua Negara ini akan menjadi Negara dengan penduduk sebanyak 264 juta (Indonesia 234 juta + Malaysia 30 juta) hampir menyamai Amerika Serikat (308 juta) sehingga akan menguasai kawasan Asia Tenggara dan tidak tertutup kemungkinan menguasai dunia karena kedua Negara mempunyai kekayaan alam berlimpah. Indonesia dapat belajar banyak dari Malaysia terutama cara membasmi Korupsi karena Malaysia adalah peringkat 56 sedangkan Indonesia peringkat 1 dari 180 Negara. Manfaat lainnya , TKI yang katanya sering bin onar akan hilang dengan sendirinya.
Ada-ada wae
The Beatles
Siapa yang tak kenal Beatles – salah satu Band Rock yang paling terkenal ; John Lennon, Paul McCartney, Geoge Harrison dan Ringo Starr ?. Lagu-lagunya sangat familiar ditelinga kita, seperti lagu “Imagine” yang diputar berulang-ulang jika ada musibah. Yesterday, Let it Be, masih tetap abadi sampai sekarang, makin diputar, makin enak didengar. Asyikkkkk
Kalau satu persatu lagu Beatles ditulis disini, bisa-bisa server Kompasiana jadi jebol saking banyaknya dan akan kena protes dari Kompasianer yang nggak bisa upload tulisan yang dibuat sambil menunggu sahur. Mungkin…..
Lennon dan McCartney mulai main bersama tahun 1957 di Liverpool kampong halamannya. Sayang di Liverpool mereka nggak dapat tempat dan hanya bermain satu jam per hari, memainkan lagu-lagu yang sama (itu lagi-itu lagi) karena waktunya sangat sempit dan membuat mereka jadi nggak berkembang.
Tulisan selanjutnya adalah menjawab pertanyaan. Kunci sukses Beatles apakah karena bakat bawaan atau karena kerja keras ?
Seorang pemilik klub bernama Bruno membawa Beatles ke Hamburg . Di Jerman Beatles juga berhubungan dengan pemilik klub lainnya. Beatles tidak dibayar mahal, tetapi Beatles mendapat keleluasaan bermain, Delapan jam dalam sehari. Tujuh hari dalam seminggu.
Dalam kurun waktu 1960-1962 (satu setengah tahun) Beatles bermain di Hamburg selama 270 malam atau 2.160 jam (270X 8). Mereka harus mempelajari sedemikian banyak lagu dari berbagai band, tidak hanya rock and roll, namun juga sedikit Jazz.
Saat Beatles meraih kesuksesan di tahun 1964 mereka diperkirakan naik panggung sebanyak 1200 (seribu dua ratus) kali. Wowwww. Luar biasa banyakkkkkkkk. !
John Lennon berujar :
Kami menjadi lebih baik dan memiliki rasa percaya diri yang lebih besar. Kami mendapatkan semua itu karena pengalaman bermain sepanjang malam. Kami mencoba lebih keras lagi, menumpahkan jiwa raga kami kedalam permainan, berusaha membuat penonton tertarik.
Di Liverpool, kami hanya melakukan sesi selama satu jam saja, dan kami hanya memainkan nomor-nomor kami yang terbaik, lagu-lagu yang sama pada setiap sesi. Di Hamburg kami harus bermain selama delapan jam lamanya, jadi kami benar-benar harus menemukan cara baru untuk memainkan musik kami.
Penulis berpendat kunci sukses Beatles gabungan bakat dan kerja keras, namun persentase kerja keras lebih besar. Tidak ada yang instant. Kecuali Mie Instant atau Kopi Instant.
Akar Masalah
Kalau kita amati beberapa solusi yang ditawarkan dari masalah yang dihadapi, menurut pengamatan penulis masih terdapat kemungkinan masalah yang sama timbul lagi di kemudian hari. Sebagai contoh :
1. Penyebab atau Akar Masalah dari prilaku Malaysia yang tidak simpatik dan sering menyinggung kita (Indonesia) karena mereka memandang :
a. Indonesia Negeri Koruptor, Juara Dunia Korupsi menurut data Political and Economy Risk Consultancy (PERC), Skor Indonesia 9,27 dalam skala 0-10, di mana 0 berarti sangat bersih, dan 10 sangat korup.
b. Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang sering membuat onar disana karena : pendidikannya rendah, TKI ke Malaysia mencari jalan dan inisiatif terhadap kebuntuan dan keti dakmampuan pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan di dalam negeri (detik.com Artikel : Akar Permasalahan Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia Oleh Ahmad Hudaifah:Master Student in Economics, Kulliyah of Economics and Management Sciences, International Islamic University Malaysia and Researcher ISEFID
Solusi yang tepat adalah : Biaya Pendidikan yang terjangkau. Basmi Korupsi, sediakan Lapangan Kerja di dalam negeri supaya tidak ada lagi TKI yang mencari nafka ke Luar Negeri sebagai pembantu. Kalaupun jadi TKI, tidak jadi pembantu karena sudah berpendidikan/punya keahlian.
2. Kemacetan Jakarta.
a. Head Line Kompas pagi ini Sabtu 4 September 2010 : SOLUSI KEMACETAN JAKARTA.
SBY Tawarkan Pemindahan Ibu Kota.
Presiden SBY menawarkan tiga opsi untuk dikaji: Pertama, membenahi Jakarta, Kedua, Memindahkan Pusat Pemerintahan, tetapi mempertahankan ibu kota di Jakarta, Ketiga, membangun Ibu Kota Baru.
b. Mengenai wacana memindahkan ibu kota ke kota lain agar kemacetan Jakarta berkurang, saya kurang sependapat. Bagi saya, sungguh tak mudah memindahkan ibu kota. Jangan bandingkan dengan Malaysia dan Australia yang penduduknya cuma 20 juta jiwa dan areal terbukanya sangat luas (Jusuf Kalla. Jakarta Semestinya Tidak Semacet Ini : Kompasiana 25 Agustus 2010)
Penyebab atau Akar Masalah kemacetan di Jakarta sangat kompleks antara lain :
1. Luas kendaraan lebih luas dari jalan yang tersedia dan pertumbuhan jumlah kendaraan lebih tinggi dari jumlah pertumbuhan luas jalan. Pertumbuhan jumlah kendaraan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi di daerah dampaknya ke Jakarta karena orang yang kaya di daerah, beli rumah dan belih mobil di Jakarta disebabkan uang yang dimiliki tidak ada penyalurannya di daerah (pembangunan yang tidak merata).
2. Pemakaian kendaraan pribadi adalah terpaksa karena tidak tersedia angkutan massal yang memadai. Biaya kendaraan pribadi per hari dari hitungan secara kasar adalah Rp 125 ribu dengan asumsi : Mobil Avanza, konsumsi minyak 5 liter perhari + Tol + Parkir + Olie dll. Penulis yakin bahwa sebagian besar pengguna kendaraan pribadi akan bersedia memindahkan biaya yang Rp 125 ribu menjadi biaya angkutan massal sepanjang aman, nyaman dan tepat waktu.
Penyelesaian masalah kemacetan Jakarta adalah dengan cara pemerataan pembangunan dan/atau menyediakan sarana angkutan massal yang aman, nyama dan tepat waktu.
Penulis berpendapat bahwa masalah apapun, sepanjang solusinya tidak mencabut akar masalah dapat dianalogikan “memotong dahan pohon untuk menghindari daun yang berguguran, besok-besok dahannya tumbuh lagi”. Solusi yang jitu adalah cabut pohon itu sampai keakar-akarnya.
Mari belajar pada Pegadaian “ Memecahkan Masalah Tanpa Masalah”
Manajemen Pengawasan Si Tukang Angon
Setelah musim panen, adalah merupakan waktu terbaik untuk memelihara bebek karena makanan bebek seperti cacing, keong, dan sisa padi disantap bebek sepuasnya tanpa harus dibayar alias gratis.
Model peternakan bebek dengan pola berpindah-pindah dari suatu sawah ke sawah lainnya tanpa pulang kekadang banyak terdapat di desa-desa di kawasan Cirebon, Pantura, Tasikmalaya dan lainnya.
Pada umumnya bisnis ini adalah kerja sama antara pemilik modal dengan penggembala bebek (Tukang Angon) dengan system bagi hasil atas pendapatan dari penjualan telur.
Bisnis peternakan Bebek ini cukup menggiurkan karena pasar telur bebek masih terbuka luas dengan modal yang relatip kecil dibandingkan dengan pendapatan penjualan telurnya. Dari beberapa literature, produksi telur bebek bisa mencapai 60% dari jumlah bebek yang ada dan masa produktifnya bisa mencapai 18 bulan.
Keuntungan yang diperoleh sangat mudah dihitung yaitu selisih antara nilai penjualan telur selama masa pemeliharaan dikurangi Modal awal atau harga beli bebek yang sudah bertelur.
Secara matematika dapat dibuat rumus sebagai berikut:
(Jumlah bebek X 60% X (18 X 30) X Harga Telur per butir) – (Jumlah bebek X Harga)
Dari obrolan dengan teman seorang investor Bebek, yang bersangkutan mengeluh atau mencurigai kejujuran si pengembala (Tukang Angon) karena tidak menyetorkan hasil penjualan telur sesuai perhitungan di atas.
Adakah solusi untuk mendeteksi kejujuran si Tukang Angon ?
Mungkin anda akan sependapat dengan penulis bahwa “Sepanjang bisnis yang digeluti dengan bantuan orang lain, dimana kita tidak bisa mengawasinya, lebih baik bisnis itu tidak dijalankan” karena uang tidak bersaudara.
Solusi yang penulis tawarkan adalah sebagai berikut:
Hitung keuntungan yang ingin diperoleh, umpama 20%, 50% atau…..% dari Modal awal, sehingga didapat jumlah uang yang akan diterima yaitu 100% + Persentase keuntungan X Modal awal. Kita umpamakan 150% X Rp 5 juta = Rp 7,5 juta.
Tawarkan kepada Tukang Angon bahwa apabila dia sudah dapat menyetor hasil penjualan telur sebanyak Rp 7,5 juta maka bebek menjadi miliknya.
Kalau begitu si Tukang Angon tidak mau lagi mengembalakan Bebek dimasa yang akan datang karena dia sudah punya Bebek ! Itulah Statement teman Investor tadi.
Itu masalah mudah ! Kita sarankan agar bebek itu dijual saja karena sudah tidak produktif lagi.
Untuk selanjutnya uang yang diterima dibelikan lagi bebek yang produktif dan buat lagi kerjasama dengan model diatas dengan Tukang Angon yang sama, begitu seterus.
Setelah beberapa lama kemudian kami bertemu dengan teman Investor tadi, yang bersangkutan menyatakan bahwa model ini cukup effektif karena membuat si Tukang Angon jadi termotivasi dan Investor tak perlu pusing memikirkan kejujuran si Tukang Angon.
Apakah anda tertarik? Silahkan coba.
Langganan:
Postingan (Atom)